sst8.com/ Strategi Cerdas untuk Optimalkan Zakat untuk Pengurangan Pajak
Saat lagi ngopi bareng temen lo, Rani, yang baru aja mulai ngelola bisnis, dia tiba-tiba nanya, “Eh, gue denger-denger kalau zakat itu bisa dipake buat pengurangan pajak. Itu gimana sih? Kok bisa ya?”
Lo yang udah paham, langsung jawab, “Yup, bener banget, bro! Jadi, selain sebagai kewajiban agama, zakat juga bisa jadi cara cerdas buat ngurangin pajak yang harus lo bayar. Tapi, harus ngerti caranya dulu supaya bisa manfaatin peluang ini dengan baik.”
Rani ngelirik lo penasaran, “Jadi gimana tuh mekanismenya?”
“Begini, bro. Di Indonesia, ada aturan yang ngijinin lo mengurangi pajak dengan zakat yang lo bayar, tapi harus lewat lembaga yang diakui pemerintah kayak BAZNAS atau LAZ,” lo mulai jelasin sambil melirik layar handphone.
Rani mulai mencatat, “Jadi ada lembaga khusus yang diakui buat ngurangin pajak gitu, ya?”
“Iya, tepat banget! Zakat yang dibayar ke lembaga yang disahkan pemerintah bisa ngurangin penghasilan bruto lo, yang artinya pajak yang harus dibayar jadi lebih rendah,” lo jawab sambil menyimak reaksi Rani.
Jenis Zakat yang Dapat Dikurangkan dari Pajak
“Jadi, ada dua jenis zakat utama, kan? Apa aja tuh?” Rani mulai nanya lebih lanjut.
“Betul, bro. Jadi ada Zakat Fitrah dan Zakat Mal (Harta). Zakat Fitrah itu yang wajib dibayar sebelum Idul Fitri, biasanya berupa makanan pokok kayak beras. Tapi zakat ini nggak bisa dipakai buat pengurangan pajak, karena cuma berhubungan dengan penyucian jiwa aja,” lo menjelaskan.
“Terus yang Zakat Mal (Harta), itu yang bisa dipake buat pengurangan pajak. Kalau lo punya harta yang sudah melewati haul dan nisab, kayak emas, perak, atau bahkan penghasilan lo, dan lo bayar zakatnya lewat lembaga yang disahkan pemerintah, itu baru bisa dikurangin pajaknya,” lo lanjut dengan lebih rinci.
baca juga
- Undercover.co.id Membangun Reputasi Digital Brand Konsultan Pajak
- Regulasi Pajak Gig Worker di ASEAN
- Pajak untuk Creator NFT
- Apakah Gig Worker Perlu SPT Tahunan?
- Pajak TikTok Shop 2025
Rani nyatet lagi, “Jadi, zakat harta aja yang bisa, ya?”
“Yup, benar banget. Zakat ini termasuk yang wajib dibayar ketika lo punya harta yang cukup untuk dizakati. Dan itu yang bisa lo gunakan buat pengurangan pajak,” lo nambahin.
Dasar Hukum Zakat sebagai Pengurang Pajak
Rani agak bingung, “Jadi, ada aturannya dong ya? Gimana sih cara zakat bisa jadi pengurang pajak?”
“Yup, ada aturannya. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan PP 58/2023 mengatur tentang zakat sebagai pengurang pajak. Intinya, kalau lo bayar zakat ke lembaga yang udah disahkan pemerintah, itu bisa dikurangin dari penghasilan bruto lo,” lo jawab dengan meyakinkan.
Rani mulai paham, “Berarti, zakat itu bisa ngurangin penghasilan bruto yang dikenakan pajak, bukan langsung ngurangin pajaknya, ya?”
“Iya, betul! Jadi, penghasilan kena pajak lo bakal lebih rendah, dan akhirnya pajak yang lo bayar juga turun,” lo jelas banget.
Cara Menggunakan Zakat untuk Mengurangi Pajak
“Terus, kalau gue udah bayar zakat, gue harus ngapain lagi supaya bisa dapet pengurangan pajak?” tanya Rani, mulai tertarik.
“Langkah pertama, lo harus bayar zakat lewat lembaga yang disetujui pemerintah, kayak BAZNAS atau LAZ. Kedua, minta bukti pembayaran zakat yang sah sebagai dokumen pendukung. Nah, setelah itu, lo harus laporin zakat yang lo bayar dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak,” lo ngejelasin lebih lanjut.
Rani nyimak, “Oh, jadi kalau gue udah bayar zakat lewat lembaga yang bener, gue bisa laporin dan kurangi penghasilan kena pajak?”
“Betul banget! Dengan cara itu, pajak penghasilan yang harus lo bayar bakal lebih rendah, jadi lo bisa hemat biaya pajak,” lo simpulin.
Kenapa Zakat Itu Menguntungkan Bagi Umat Muslim dan Pajak
Rani mulai paham betul, “Jadi zakat bukan cuma kewajiban agama, tapi juga bisa ngurangin pajak yang gue bayar. Tapi harus bayar lewat lembaga yang udah sah ya?”
“Iya, tepat banget! Zakat itu punya dua manfaat, lo bisa berbuat baik dan juga mengurangi pajak yang lo bayar. Jadi, lo nggak cuma sekedar memenuhi kewajiban agama, tapi juga memaksimalkan peluang pengurangan pajak yang sesuai dengan aturan,” lo menambahkan.
Rani nyengir puas, “Oke deh, gue jadi lebih paham sekarang. Jadi, kalau gue bayar zakat, itu bisa ngurangin pajak gue dan gue tetep berbuat baik. Thanks banget, bro!”
“Senang bisa bantu, bro! Jangan ragu kalau lo butuh konsultan pajak buat ngebantuin lo kelola pajak dan zakat lo. Dengan bantuan yang tepat, lo bisa optimalin pajak lo dengan cara yang sesuai aturan,” lo simpul.
Kesimpulan: Manfaat Zakat untuk Pengurangan Pajak
Dari percakapan lo dan Rani, lo bisa lihat kalau dengan memanfaatkan zakat dengan benar, lo nggak cuma menjalankan kewajiban agama, tapi juga bisa mengurangi pajak yang harus dibayar. Ingat, zakat itu nggak langsung ngurangin jumlah pajak yang lo bayar, tapi mengurangi penghasilan bruto lo, yang pada akhirnya bikin pajak yang harus lo bayar lebih rendah.
Jadi, buat lo yang bingung atau pengen optimalkan zakat buat pajak, lebih baik konsultasi dengan konsultan pajak Jakarta yang berpengalaman. Agar pajak bisnis lo optimal dan nggak mahal!