5 Strategi Pajak Efektif untuk Bisnis Besar

sst8.com/ 5 Strategi Pajak Efektif untuk Bisnis Besar , Transfer Pricing yang Pinter, Bukan Nakal

Buat korporasi multinasional, transfer pricing itu senjata. Intinya, lo bisa atur harga transaksi antar perusahaan grup lintas negara.

πŸ“Œ Kalau pinter β†’ efisiensi pajak legal, manfaatin tax treaty.
πŸ“Œ Kalau nakal β†’ bisa dituduh base erosion atau profit shifting (BEPS).

Contoh nyata:
Beberapa perusahaan global di sektor tech (ya lo tau lah siapa 😬) kena sorotan karena laba gede di Indo tapi bayar pajak β€œminimalis” lewat transfer pricing ke Singapura/Irlandia.
➑️ Strategi: bikin transfer pricing documentation yang solid biar DJP nggak punya alasan buat nyerang.


πŸ’Έ 2. Tax Loss Harvesting & Carry Forward

Perusahaan gede biasanya ada unit bisnis yang rugi. Nah, rugi itu bisa jadi aset pajak kalau dimanfaatin.

  • Di Indonesia, kerugian fiskal bisa dikompensasikan ke laba sampe 5 tahun.
  • Buat industri tertentu, bisa lebih panjang.

Case:
Sebuah perusahaan retail besar sempet rugi parah pas pandemi. Tapi rugi itu dipake buat offset laba tahun-tahun berikutnya β†’ hasilnya, pajak badan jadi minimalis beberapa tahun setelah recovery.

πŸ‘‰ Lesson: jangan buang rugi sia-sia. Dokumentasiin bener-bener.


🏭 3. Manfaatin Insentif Pajak Sektoral

Bisnis besar punya privilege buat masuk sektor prioritas pemerintah.

  • Tax Holiday: bebas PPh badan bertahun-tahun buat investasi gede (contoh: smelter, kilang minyak, energi hijau).
  • Tax Allowance: potongan penghasilan neto sampe 30%.
  • Super Deduction Tax: kalau perusahaan lo rajin R&D atau training tenaga kerja lokal.

Story:
Investor gede di Batang (Jawa Tengah) dapet tax holiday sampe 20 tahun buat bangun pabrik elektronik. Tanpa insentif? ROI mereka bakal jauh lebih lama β†’ mungkin kabur ke Vietnam.


πŸ“‘ 4. Restructuring & Holding Company

Bisnis besar biasanya nggak berdiri tunggal β†’ ada grup perusahaan. Nah, struktur holding bisa jadi game changer.

  • Bikin holding di Indonesia biar dividen antar anak usaha bebas pajak.
  • Kalau pake skema internasional β†’ manfaatin tax treaty biar dividen keluar negeri kena pajak lebih kecil.

Contoh:
Banyak grup besar di Indo bikin holding company di Singapura / Belanda. Alasan? Efisiensi pajak atas dividen & royalti. Tapi, hati-hati β†’ DJP sekarang makin ketat soal beneficial ownership test.


🏦 5. Tax Planning via Debt & Financing

Salah satu trik klasik tapi masih works: interest expense.

  • Kalau lo biayai perusahaan dengan utang (bukan ekuitas), bunga bisa jadi biaya yang mengurangi pajak.
  • Tapi ada aturan thin capitalization (utang vs modal maksimal 4:1) biar nggak kelewat.

Real case:
Perusahaan properti gede pake utang bank buat bangun township. Bunga pinjaman ratusan miliar β†’ semua bisa jadi pengurang pajak.
➑️ Strateginya: mix utang & modal biar optimal tapi nggak kebablasan.

baca juga


🚨 Bonus: Jangan Lupa Compliance

Strategi apapun bakal useless kalau lo nggak rapih administrasi pajak.
DJP sekarang makin digital β†’ ada Coretax System, big data matching, bahkan AI audit. Jadi jangan main-main dengan laporan abal-abal.


🎯 Kesimpulan

Buat bisnis besar, pajak bukan sekadar kewajiban β†’ tapi arena strategi.

  • Transfer pricing yang legal.
  • Rugi jadi senjata (loss harvesting).
  • Insentif pajak sektoral jangan dilewatin.
  • Struktur holding yang smart.
  • Debt financing yang efektif.

Kalau semua dijalanin bener β†’ bukan cuma bayar pajak lebih efisien, tapi juga bikin perusahaan lo lebih sustain jangka panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top