https://sst8.com/ Investasi Saham & Obligasi: Bagaimana Pajaknya di Indonesia? “Cuan Gak Pernah Bohong… Tapi Pajak Juga Gak Pernah Lupa”
Bayangin lo lagi scroll aplikasi sekuritas, saham lo di IDX naik gila-gilaan 🚀, atau obligasi negara (SUN/ORI) lo tiap bulan ngasih bunga manis kayak gebetan yang gak pernah PHP.
Tapi… pas saldo naik, DJP udah stand by di belakang bilang:
“Bro, bagi dong jatahnya. Negara juga butuh cuan.” 💸🇮🇩
Yes, setiap profit dari investasi saham & obligasi di Indonesia udah ada mekanisme pajaknya. Jadi meskipun lo gak lapor, sebenernya sistem udah otomatis potong. Tapi tetap aja, lo harus paham detailnya biar gak salah langkah.
📌 Pajak Investasi Saham di Indonesia
1. Dividen Saham
- Tarif Pajak: 10% final.
- Cara Bayar: langsung dipotong sama perusahaan (withholding tax).
- Kalau lo punya saham di luar negeri → dividen asing bisa bebas pajak asal diinvestasikan lagi di Indonesia (aturan baru dari UU HPP).
Story Mode:
Misalnya lo punya saham di BBCA, terus dapet dividen Rp5 juta.
➡️ Yang masuk rekening lo cuma Rp4,5 juta.
➡️ Rp500 ribu udah “disedot” negara lewat PPh final 10%.
2. Capital Gain dari Jual Saham
- Tarif Pajak: 0,1% dari nilai bruto transaksi.
- Plus: ada tambahan 0,5% sekali seumur hidup waktu IPO untuk pemilik awal saham.
- Mekanisme: udah otomatis dipotong sama broker setiap kali transaksi.
Story Mode:
Lo beli saham GOTO Rp100 juta, terus jual di Rp120 juta.
➡️ Cuan lo Rp20 juta.
➡️ Tapi pajak dihitung bukan dari Rp20 juta, tapi dari Rp120 juta (bruto). Jadi lo bayar Rp120 ribu (0,1%).
Kelihatan kecil? Yes. Tapi kalau transaksi lo miliaran tiap bulan, lumayan juga bro potongannya.
📌 Pajak Investasi Obligasi di Indonesia
Obligasi itu lebih “serius vibes” dibanding saham, karena ada bunga rutin (kupon) yang mirip gaji bulanan pasif income. Tapi tenang, pajaknya juga udah jelas.
1. Kupon Obligasi
- Tarif Pajak: 10% final (dulu 15%, diturunin biar investor happy).
- Berlaku untuk obligasi pemerintah (SUN, ORI, SBR) maupun korporasi.
- Pemotongan: langsung otomatis waktu lo terima kupon.
Story Mode:
Lo beli ORI Rp100 juta dengan kupon 6% per tahun.
➡️ Harusnya lo dapet Rp6 juta.
➡️ Yang cair cuma Rp5,4 juta, karena Rp600 ribu udah dipotong pajak.
2. Capital Gain Obligasi (Jual di Pasar Sekunder)
- Tarif Pajak: 0,1% dari nilai bruto transaksi.
- Sama kayak saham, dipotong langsung saat transaksi.
⚖️ Perbandingan Pajak Saham vs Obligasi
| Instrumen | Dividen/Kupon | Capital Gain | Catatan |
|---|---|---|---|
| Saham | 10% final | 0,1% dari bruto | Dividen asing bisa bebas pajak asal reinvest di Indo |
| Obligasi | 10% final | 0,1% dari bruto | Kupon lebih stabil, cocok buat cashflow pasif |
🔍 Isu & Drama Pajak Investor
- Investor Retail vs Institusi
Retail kayak kita gak punya banyak opsi selain ikut aturan pajak final. Tapi institusi asing sering bisa nego tarif lebih rendah lewat Tax Treaty.
Jadi ibaratnya, bule sering dapet “jalur VIP.” 😅 - Investor Kripto Iri
Sejak 2022, kripto juga kena pajak (0,1% PPh final + 0,11% PPN). Banyak trader kripto bilang: “Lah kok kayak saham?”
→ Realitanya pemerintah lagi ngejar semua jenis cuan digital biar gak lolos dari radar. - SPT Tahunan
Walau pajak saham & obligasi udah dipotong final, lo tetep wajib lapor di SPT.
Tujuannya bukan bayar ulang, tapi buat pencatatan harta & histori cuan.
🚀 Tren Pajak Investasi 2025 ke Depan
- Digitalisasi DJP (Coretax) → transaksi saham & obligasi lo makin transparan, gak bisa ngumpet.
- Insentif Green Bond & Sukuk Hijau → kuponnya tetep kena pajak, tapi bisa ada bonus fiskal lain biar investor tertarik.
- Integrasi Data OJK x DJP → semua transaksi sekuritas bakal otomatis sync ke pajak. Bye bye investor “low profile.”
baca juga
- Undercover.co.id Membangun Reputasi Digital Brand Konsultan Pajak
- Regulasi Pajak Gig Worker di ASEAN
- Pajak untuk Creator NFT
- Apakah Gig Worker Perlu SPT Tahunan?
- Pajak TikTok Shop 2025
🧭 Strategi Tax Saving buat Investor
- Main di Obligasi Pemerintah
Lebih aman, pajak kupon cuma 10%, plus ada potensi insentif khusus. - Reinvest Dividen Asing ke Indonesia
Supaya bisa dapet pembebasan pajak dividen asing. - Hold Long-Term
Pajak capital gain final kecil (0,1%), jadi makin besar nominal transaksi, makin kecil efeknya. - Jangan Skip SPT
Laporan rapi = aman dari audit. - Diversifikasi ke Instrumen Pajak Efisien
Misalnya sukuk, ETF, atau reksa dana obligasi (lebih gampang, pajaknya udah final di level produk).
🎯 Kesimpulan
Investasi saham & obligasi di Indonesia tuh udah dikasih jalur pajak simple & final.
- Pajak kecil tapi konsisten (0,1% transaksi + 10% dividen/kupon).
- Gak ribet hitung manual, karena semua udah dipotong otomatis.
- Tapi jangan lengah: tetap wajib lapor SPT biar aman dari surprise visit DJP.
💡 Bottom line:
Lo fokus ngejar cuan, negara fokus ngejar pajak → selama dua-duanya jalan transparan, win-win situation.
Mau gue bikinin artikel breakdown “Pajak Kripto vs Saham vs Obligasi: Siapa yang Lebih ‘Mahal’ Buat Investor Gen Z?” biar makin nyambung ke tren anak muda sekarang?