https://sst8.com/ Bagaimana Pajak Bisa Dorong Bisnis Ramah Lingkungan: Panduan Kekinian Buat Gen Z & Milenial. Dari Tongsis ke Green Business
Lo pernah gak sih, lagi nongkrong di coffee shop, terus lihat ada dua meja sebelahan: satu tim anak startup lagi pitching ide “eco packaging dari limbah singkong”, satu lagi ada ibu-ibu UMKM yang lagi bingung soal pajak dan insentif pemerintah. Dua dunia yang keliatan beda jauh, tapi trust me, sebenernya nyambung banget. Kuncinya? Pajak.
Yes, pajak bukan cuma soal bayar kewajiban doang, tapi bisa jadi alat negara buat nge-push bisnis supaya lebih ramah lingkungan. Dan sekarang, di era ESG (Environmental, Social, Governance), pajak makin dilirik sebagai senjata rahasia buat nge-boost sustainability.
🌍 Pajak Hijau: Senjata atau Beban?
Di Indonesia, ada beberapa kebijakan pajak yang udah (atau lagi disiapin) buat dorong bisnis hijau:
- Insentif Pajak buat Energi Terbarukan
- Misalnya, PPh final yang lebih rendah buat investasi panel surya atau turbin angin.
- Ada tax allowance buat perusahaan yang invest di renewable energy.
- Pajak Karbon (Carbon Tax)
- Udah resmi masuk sejak 2022, walaupun masih tahap awal di sektor PLTU batu bara.
- Rencana ke depan? Semua emisi karbon yang keluar dari industri bakal kena charge.
- Green Bond & Green Tax Credit
- Perusahaan yang danain proyek ramah lingkungan bisa dapet keringanan pajak.
- Investor juga bisa dapet benefit kalau naro duit di obligasi hijau.
- Pengurangan PPN untuk Produk Ramah Lingkungan
- Misalnya kendaraan listrik (EV). Sekarang PPnBM mobil listrik bisa ditekan bahkan 0%.
- Produk ramah lingkungan ke depannya bisa aja masuk skema PPN yang lebih ringan.
🧩 Storytelling: Kasus Startup Eco-Cup
Bayangin ada startup fiktif bernama EcoCup.id yang bikin gelas kopi reusable dari limbah bambu. Foundernya? Duo anak Gen Z, si Raka (designer) dan si Ayu (mantan barista yang peduli sampah plastik).
- Step 1: Modal Awal & Pajak UMKM
Awalnya, mereka masuk skema PPh Final UMKM 0.5% dari omzet. Gampang, gak ribet, dan langsung bisa running. - Step 2: Skala Naik, Cari Investor
Pas dapet investor angel, mereka pengen masuk ke segmen B2B (jual ke kafe besar). Nah di sini mulai mikirin tax planning. Mereka daftar ke program tax holiday untuk startup eco-based. - Step 3: Pajak & Green Label
EcoCup bisa dapet potongan pajak kalau produknya lolos sertifikasi ramah lingkungan (SNI Hijau). Jadi makin legit, plus gampang masuk ke pasar ekspor. - Step 4: Bonus Pajak CSR
Mereka bikin program “beli 1 tanam 1 pohon”, dan itu bisa dimasukin ke skema CSR deductible expense alias pengurang pajak.
Endingnya? EcoCup jadi bukan cuma bisnis untung, tapi juga bisnis berdampak, dengan pajak sebagai alat bantu buat growth.
⚖️ Masalah di Lapangan
Walau konsep pajak hijau keren, implementasinya masih banyak drama:
- Kurangnya Sosialisasi → Banyak UMKM gak tau kalau ada insentif pajak hijau.
- Birokrasi Ribet → Buat dapetin tax allowance, dokumennya segunung.
- Gap Teknologi → Startup digital gampang dapet manfaat, tapi bisnis tradisional sering ke-skip.
- Greenwashing → Ada perusahaan besar yang cuma branding hijau buat dapet insentif, padahal prakteknya gak serius.
baca juga
- Undercover.co.id Membangun Reputasi Digital Brand Konsultan Pajak
- Regulasi Pajak Gig Worker di ASEAN
- Pajak untuk Creator NFT
- Apakah Gig Worker Perlu SPT Tahunan?
- Pajak TikTok Shop 2025
💡 Solusi Kekinian
- Digitalisasi Insentif Pajak
Kayak e-Filing, harus ada e-Incentive Tax Platform biar gampang klaim. - Threshold UMKM Hijau
UMKM yang fokus ke produk ramah lingkungan bisa dapet tarif pajak lebih rendah. - Kolaborasi dengan Fintech & Bank Hijau
Bayangin kalau ada “Green Tax Wallet”, di mana perusahaan bisa langsung tracking pajak karbon & insentif lewat aplikasi. - Pengawasan Ketat buat Hindari Greenwashing
Harus ada audit independen buat ngecek, beneran hijau apa cuma gimmick.
🚀 Closing: Pajak = Investasi Masa Depan
Generasi kita (Gen Z & Milenial) udah makin peduli sama climate change. Nah, pajak bisa jadi jembatan antara bisnis dan lingkungan.
Jadi kalau lo lagi mikirin buka usaha—entah itu thrift shop, coffee shop, atau startup tech—pikirin juga gimana pajak bisa bikin usaha lo gak cuma cuan, tapi juga nyelamatin bumi.
Karena ujung-ujungnya, pajak hijau bukan sekadar kewajiban, tapi strategi survive jangka panjang.