https://sst8.com/ Kesalahan Umum Saat Lapor SPT yang Harus Dihindari , Ngisi SPT tuh sebenernya nggak ribet banget, tapi banyak orang (yes termasuk Gen Z dan milenial hustle culture) sering nyangkut di lubang yang sama. Alhasil, bukan cuma bikin panik, tapi kadang berujung ke denda, teguran, bahkan pemeriksaan pajak 😵. So, let’s go deep dive ke mistakes paling umum saat lapor SPT + cara ngindarinnya.
1. Nunggu Deadline, Baru Panik 🤯
Mistake: Nunda-nunda, baru buka DJP Online pas tanggal 30/31 Maret (buat pribadi) atau 29/30 April (buat badan). Server DJP biasanya overload di hari-hari itu, alhasil lo stuck loading lama atau gagal submit.
Solusi:
- Lapor lebih awal, idealnya Januari/Februari.
- Set reminder di HP lo minimal H-30 deadline.
2. Lupa Masukin Penghasilan Sampingan (Side Hustle) 💼
Mistake: Banyak yang cuma lapor penghasilan dari kantor (yang udah ada bukti potong 1721-A1/A2), tapi lupa masukan:
- Freelance (desain, nulis, coding, voice over).
- Content creator (YouTube, TikTok, brand deals).
- Online shop / thrift shop.
Solusi: Semua income wajib dicatat. Meski kecil, tetep dilaporin biar clear. Ingat: DJP makin pinter tracking lewat data bank & platform digital.
3. Salah Input NPWP / Data Identitas 🙃
Mistake: Ada yang asal ketik NPWP, alamat, atau status kawin. Akhirnya sistem bisa error atau mismatch dengan data di DJP.
Solusi: Cross-check data pribadi dulu sebelum submit. Simple, tapi sering disepelein.
4. Nggak Masukin Bukti Potong Pajak 📄
Mistake: Karyawan sering dapat bukti potong (Form 1721-A1/A2) tapi lupa upload atau input angkanya di SPT. Akhirnya saldo pajak nggak match.
Solusi: Selalu minta bukti potong dari HRD atau pemberi kerja. Jangan males input karena ini jadi dasar utama perhitungan SPT.
5. Bingung Milih Formulir (1770 vs 1770S vs 1770SS) 🤔
Mistake: Banyak yang asal pilih form tanpa ngerti bedanya. Akibatnya, ada kolom yang harusnya diisi malah kosong.
Quick Guide:
- 1770SS: Buat karyawan dengan gaji ≤ Rp60 juta setahun, cuma punya satu pemberi kerja.
- 1770S: Buat karyawan gaji > Rp60 juta setahun atau punya lebih dari satu pemberi kerja.
- 1770: Buat pengusaha, freelancer, profesional (dokter, notaris, content creator, dll).
Solusi: Pahami dulu mana yang sesuai profil lo.
baca juga
- Undercover.co.id Membangun Reputasi Digital Brand Konsultan Pajak
- Regulasi Pajak Gig Worker di ASEAN
- Pajak untuk Creator NFT
- Apakah Gig Worker Perlu SPT Tahunan?
- Pajak TikTok Shop 2025
6. Nggak Lapor Aset & Utang 🏠🚗💳
Mistake: Banyak yang mikir aset (rumah, motor, tabungan, saham) nggak usah dilaporin. Padahal itu wajib. Kalau enggak, bisa dicurigai ada penghasilan yang belum dilaporin.
Solusi: Laporin semua aset per 31 Desember tahun pajak. Bahkan motor second atau tabungan receh tetep harus dicantumkan.
7. Salah Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) 🔢
Mistake: Salah masukin biaya jabatan, iuran pensiun, atau PTKP. Akibatnya PKP jadi lebih gede/kecil dari seharusnya.
Solusi: Gunakan fitur hitung otomatis di DJP Online. Kalau rumit (misal penghasilan dari beberapa sumber), bisa minta bantuan konsultan pajak.
8. Lupa Upload Lampiran (Khusus Usaha/Freelancer) 📂
Mistake: Buat yang punya usaha/freelance, ada lampiran laporan keuangan/rekap penghasilan. Banyak yang skip, akhirnya dianggap nggak lengkap.
Solusi: Siapkan laporan sederhana minimal catatan pemasukan & pengeluaran setahun.
9. Belum Bayar Pajak Kurang Bayar 💸
Mistake: Ada yang udah lapor SPT, tapi pas statusnya “Kurang Bayar” malah nggak segera dibayar. Ingat, lapor tanpa bayar = belum sah.
Solusi:
- Bayar dulu pake e-Billing (kode billing dari DJP).
- Baru submit SPT.
10. Anggep Enteng Kalo Salah Bisa Diperbaiki 🛠️
Mistake: “Ah kalo salah tinggal betulin.” Padahal, ngajuin pembetulan (SPT Pembetulan 1, 2, dst.) ribet banget. Kalau udah ketahuan DJP duluan, bisa kena sanksi tambahan.
Solusi: Mending teliti dari awal. Double check sebelum klik submit.
11. Studi Kasus Gen Z Hustlers 🎬
- Dita (Freelancer Desain): Awalnya cuma lapor gaji dari kantor, lupa penghasilan freelance dari Fiverr. Tahun berikutnya dia dapet surat cinta dari DJP karena ada data transfer USD masuk rekening.
- Raka (Content Creator YouTube): Udah rajin lapor, tapi lupa masukin aset kamera & laptop di daftar harta. Tahun depan pas beli mobil, ditanya “dananya darimana?” Ribet jelasin kalo nggak ada track record.
- Nadya (Barista + Thrift Shop): Lapor SPT cuma masukin gaji barista. Padahal thrift shop-nya rame banget. Untung temen kuliahnya yang konsultan pajak ngingetin buat nyatet semua.
12. Kenapa Harus Hindari Mistakes Ini?
Karena:
- Lo bisa kena denda Rp100k–Rp1 juta.
- Bisa ribet kalo masuk proses pemeriksaan.
- Track record pajak yang buruk bikin susah apply kredit rumah, KPR, atau modal usaha.
Basically: rapi pajak = lebih gampang grow di masa depan.
Closing Thought 🎤
Ngurus pajak tuh sama kaya ngurus relationship: kalo jujur & konsisten, hidup lo tenang. Kesalahan kecil bisa berujung ribet panjang. So, bro sis, jangan sampe lo jadi contoh “case study gagal” cuma karena males double-check data SPT.