https://sst8.com/ Pajak Penghasilan Luar Negeri: Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi untuk WNI yang Kembali ke Indonesia , Baru saja balik dari luar negeri setelah tinggal lama di sana? Jangan buru-buru santai, soalnya ada kewajiban pajak yang harus dipenuhi begitu lo kembali ke Indonesia. Buat lo yang baru aja balik, atau mungkin yang udah lama tinggal di luar negeri, penting banget buat ngerti tentang Pajak Penghasilan Luar Negeri dan gimana cara lapor SPT Tahunan Pribadi buat WNI yang pulang dari luar negeri. So, simak artikel ini biar lo gak bingung.
Jadi, Lo Sudah Jadi Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN)
Gak bisa sembarangan tinggal di luar negeri dan langsung bebas pajak begitu balik ke Indonesia, loh. Menurut Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 2 ayat (3), Wajib Pajak yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam 12 bulan bakal dianggap sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN). Ini berarti lo harus bayar pajak dan melapor pajak penghasilan, apalagi kalo lo kembali ke Indonesia setelah tinggal di luar negeri lebih dari 6 bulan. Kewajiban lo adalah melaporkan dan membayar PPh yang sesuai, baik itu dari penghasilan di dalam negeri maupun luar negeri.
Jadi, kalau lo adalah WNI yang telah lama tinggal di luar negeri dan baru kembali ke Indonesia, lo harus memenuhi kewajiban perpajakan. Setelah 183 hari di Indonesia, lo udah otomatis jadi SPDN, artinya wajib bayar pajak!
Tapi, Gimana Kalau Lo Cuma Tinggal Kurang Dari 183 Hari?
Tenang, jika lo hanya tinggal di Indonesia kurang dari 183 hari, lo akan tetap dianggap sebagai Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN). Jadi, gak perlu bayar pajak penghasilan di Indonesia, dan lo cukup laporin pajak penghasilan lo ke negara tempat lo tinggal sebelumnya. Kalo lo lebih dari 183 hari, otomatis, pajak penghasilan lo sudah harus dilaporkan di Indonesia, nih!
Langkah-Langkah Lapor Pajak Penghasilan Luar Negeri
Buat lo yang baru balik dan pengen lapor pajak, berikut langkah-langkah gampangnya:
1. Mendaftarkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Jelas, langkah pertama yang lo butuhin adalah mendaftarkan diri buat NPWP. Berikut caranya:
- Mendaftar di situs e-Reg DJP (Direktorat Jenderal Pajak).
- Isi data dengan lengkap dan pastikan lo punya dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP atau dokumen izin usaha kalau lo kerja di sektor tertentu.
- Verifikasi data lewat email, dan kirim berkas elektronik buat permohonan NPWP.
- Lo bakal dapet kartu NPWP setelah semua proses verifikasi selesai.
Baca juga: Daftar NPWP Online: Begini Syarat dan Dokumennya
2. Daftar EFIN (Electronic Filing Identification Number)
Sebelum lo bisa lapor pajak, lo perlu dapetin EFIN (kode aktivasi buat e-Filing):
- Unduh formulir permohonan EFIN dari situs DJP.
- Isi data dan lengkapi dengan KTP dan NPWP.
- Bawa berkasnya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat buat verifikasi.
3. Aktifkan EFIN lo
Setelah lo punya EFIN, lo harus aktifin dulu di situs DJP:
- Masukkan data NPWP dan EFIN lo di situs DJP Online.
- Verifikasi lewat email, dan ganti password sesuai yang lo inginkan.
Aktifin EFIN itu penting biar lo bisa lapor pajak online dengan lancar!
4. Lapor Pajak Penghasilan Luar Negeri Secara Online
Begitu EFIN lo aktif, lo bisa mulai lapor SPT Tahunan Pribadi secara online. Caranya gampang:
- Akses situs DJP Online atau lewat platform Mekari Klikpajak.
- Login dengan NPWP dan password EFIN lo.
- Isi SPT sesuai dengan penghasilan yang lo terima, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
- Setelah selesai, lo tinggal verifikasi dan kirim berkasnya.
Regulasi Pajak Penghasilan Luar Negeri yang Perlu Lo Pahami
- UU PPh Nomor 36 Tahun 2008:
Pasal 2 ayat (3) mengatur soal pengenaan pajak terhadap seluruh penghasilan, baik dari Indonesia maupun luar negeri, sesuai asas worldwide income. - UU HPP Nomor 7 Tahun 2021:
Menekankan pentingnya pelaporan penghasilan luar negeri dalam SPT Tahunan dan memberlakukan sanksi kalau penghasilan luar negeri gak dilaporkan. - PP No. 55 Tahun 2022:
Mengatur cara pelaporan penghasilan luar negeri dan pengkreditan PPh yang telah dibayar di luar negeri. - Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-20/PJ/2021:
Menyediakan panduan tentang foreign tax credit dan bagaimana pajak luar negeri bisa dikreditkan dalam SPT.
baca juga
- Undercover.co.id Membangun Reputasi Digital Brand Konsultan Pajak
- Regulasi Pajak Gig Worker di ASEAN
- Pajak untuk Creator NFT
- Apakah Gig Worker Perlu SPT Tahunan?
- Pajak TikTok Shop 2025
Pengkreditan Pajak Luar Negeri (Foreign Tax Credit)
Satu hal penting lainnya, lo bisa dapetin kredit pajak luar negeri. Artinya, pajak yang lo bayar di luar negeri bisa dikreditkan ke pajak yang lo bayar di Indonesia. Tentunya, ada syarat tertentu dan lo harus melampirkan dokumen yang diperlukan, kayak bukti potong dari otoritas pajak asing.
Jadi, kalau lo udah bayar pajak di negara tempat lo tinggal, lo bisa mengurangi jumlah pajak yang harus lo bayar di Indonesia. Praktis banget, kan?
Kesimpulan: Pahami Kewajiban Pajak Lo dengan Baik!
Buat lo yang baru balik ke Indonesia setelah lama tinggal di luar negeri, penting banget untuk paham kewajiban pajak lo. Kalo udah lebih dari 183 hari tinggal di Indonesia, lo otomatis jadi Subjek Pajak Dalam Negeri dan wajib lapor SPT Tahunan Pribadi.
Jadi, pastikan lo udah punya NPWP dan EFIN, dan laporkan pajak lo lewat e-Filing dengan cara yang udah kita bahas. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan foreign tax credit jika lo udah bayar pajak di luar negeri. Ini bukan cuma buat ngurangi beban pajak, tapi juga buat mendukung sistem perpajakan Indonesia yang lebih adil.
Siap buat lapor pajak dan pastikan lo taat aturan, biar semua lancar!