Pajak Tangguhan

sst8.com/ Pajak tangguhan. Mungkin kedengerannya agak berat ya, tapi coba bayangin ini kayak kamu lagi ngobrol sama temen yang lagi cerita soal utang yang bakal dibayar nanti. Nah, itu dia pajak tangguhan—tapi kali ini bukan soal utang biasa. Tugas kita buat ngebahasnya pake gaya yang lebih asik, biar semua orang bisa paham tanpa perlu pusing-pusing. Jadi, siap? Let’s go!

Apa sih sebenernya Pajak Tangguhan itu?

Bayangin lo lagi nonton film, trus ada adegan yang nunjukin seseorang ngambil keputusan yang berdampak di masa depan. Cuma masalahnya, ga langsung berasa sekarang. Nah, pajak tangguhan itu mirip-mirip gitu. Ada pengakuan pajak yang ditunda, tapi bakal kebayar nantinya. Cuma bedanya, ini urusan uang dan hukum. Jadi, ada dua sudut pandang utama soal pajak tangguhan ini, ya itu: aset dan liabilitas.

1. Akun Aset Pajak Tangguhan

Kalo ngomongin pajak tangguhan dari sisi aset, artinya kita ngomongin sesuatu yang bisa “dikembalikan” di masa depan. Maksudnya? Bayangin aja kayak lo punya tiket nonton konser yang belum lo pake, tapi lo bisa pake di lain waktu. Nah, pajak penghasilan yang udah dibayar lebih ini, bisa lo klaim lagi nantinya. Kayak lo bayar duluan, trus nunggu aja pajaknya turun atau balik ke lo. Ini terjadi kalo ada rugi pajak yang belum dikompensasi, atau lo punya perbedaan antara pajak yang dibayar sekarang dan pajak yang seharusnya lo bayar.

2. Liabilitas Pajak Tangguhan

Kalo yang ini beda, bro. Liabilitas pajak tangguhan itu artinya lo punya pajak yang masih harus dibayar di masa depan. Jadi, jangan kira lo bebas bayar pajak sekarang. Ada perbedaan antara laba yang lo laporin di laporan keuangan dan laba yang dihitung buat pajak. Nah, perbedaan inilah yang bikin lo harus bayar lebih banyak pajak di kemudian hari.

Terus, apa yang bikin pajak tangguhan muncul?

Di sini nih, kita masuk ke soal perbedaan waktu pengakuan antara pajak dan akuntansi komersial. Kalo lo lihat laporan keuangan, ada dua jenis perbedaan yang muncul yang jadi penyebab utama pajak tangguhan.

baca juga

Perbedaan Temporer (Temporary Differences)

Gampangnya, ini kayak gap antara nilai yang dicatat dalam laporan keuangan dan nilai yang diakui dalam perpajakan. Yang penting, perbedaan ini bisa hilang di masa depan. Bayangin lo beli barang sekarang tapi bayarnya nanti. Perbedaan itulah yang nantinya bakal ke-claim atau berkurang, dan itulah yang bikin munculnya pajak tangguhan.

Perbedaan Permanen (Permanent Differences)

Nah, ini yang lebih tricky. Perbedaan ini nggak bakal hilang. Misalnya, ada perbedaan antara laba yang lo laporin di laporan keuangan dan laba yang kena pajak, tapi yang ini ga bisa diperbaiki di masa depan. Jadi, nggak ada pajak tangguhan yang muncul di sini. Ya, bayangin aja kayak lo salah hitung tapi gak bisa ngubah angka yang udah kelamaan.

Manfaat Pajak Tangguhan

Kalo lo pikir lagi, pajak tangguhan sebenernya bukan cuma soal bayar pajak yang nanti, tapi juga soal manfaat yang bisa lo dapetin. Ya, nilai aset pajak ini sebenernya bakal ngurangin kewajiban pajak lo nanti. Jadi, bayangin lo lagi jalan di jalanan yang licin, tapi tiba-tiba ada jalan pintas yang bikin lo gak perlu bayar lebih banyak pajak. Keuntungannya? Ya lo gak usah bayar lebih lagi di masa depan. Cukup keren kan?

Kenapa Pajak Tangguhan Itu Penting?

  1. Mencerminkan Realitas Ekonomi
    Pajak tangguhan itu penting banget karena dia ngebantu supaya laporan keuangan lo lebih realistis dan gak cuma ngebahas pajak untuk periode ini aja. Ini soal apa yang bakal terjadi di masa depan. Kalo laporan lo ga ngasih gambaran itu, ya gimana lo mau tau apa yang bakal lo bayar?
  2. Informasi yang Lebih Lengkap
    Dengan pajak tangguhan, laporan keuangan lo bakal jauh lebih lengkap. Semua kewajiban pajak yang harus dibayar di masa depan bakal kelihatan jelas. Jadi, kalau lo perusahaan, investor, atau manajemen yang lagi ngelihat laporan itu, lo bisa ngerencanain lebih baik.
  3. Perbandingan yang Lebih Akurat
    Pajak tangguhan juga bikin perbandingan antar periode lebih akurat. Jadi, lo bisa ngebandingin kinerja keuangan lo antara tahun ini dan tahun depan, bahkan antara perusahaan satu dengan yang lain.
  4. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik
    Pajak tangguhan itu ngebantu manajemen buat ngambil keputusan yang lebih cerdas. Soalnya, dia bisa ngerencanain lebih baik soal investasi, pendanaan, atau bahkan perencanaan pajaknya di masa depan.

Contoh Perhitungan Kewajiban Pajaknya

Misalnya nih, ada perusahaan yang namanya PT Gemerlap Indah, yang jualan emas. Tahun 2016, mereka jualan emas senilai Rp30.500.000.000, dan tahun 2017 mereka jualan lebih banyak, sekitar Rp31.000.000.000. Laba komersial mereka di tahun 2017 itu Rp2.000.000.000.

Tapi, ada koreksi fiskal negatif dari biaya penyusutan yang bikin biaya penyusutan di akuntansi pajak lebih gede. Jadi, laba fiskalnya Rp1.900.000.000. Setelah dihitung, PPh badan yang harus dibayar itu 25% dari Rp1.900.000.000, jadi sekitar Rp475.000.000. Sebenernya, kalo gak ada koreksi, PPh badan yang terutang bakal lebih tinggi, yaitu Rp500.000.000.

Nah, dari sini kita bisa lihat, kewajiban pajak yang harus ditanggung tuh beda. Ada perbedaan yang kita sebut pajak tangguhan yang nanti baru dibayar setelah waktu tertentu.

Kesimpulan?

Pajak tangguhan itu sebenernya bukan hal yang harus lo takuti. Yang penting, lo ngerti gimana cara perhitungannya dan manfaatnya buat keuangan lo di masa depan. Dengan adanya pajak tangguhan, perusahaan bisa lebih siap, laporan keuangan jadi lebih realistis, dan lo bisa ngatur keuangan lo lebih baik. Jadi, jangan pernah takut buat bayar pajak. Pajak itu, meski kadang bikin pusing, sebenernya bisa jadi alat buat ngebantu lo di masa depan. Bangga bayar pajak, bro!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top